Senin, 28 Februari 2011

LAPORAN BEST PRACTICE BAB 1

LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
DI SMPN 2 CIBEUREUM
KABUPATEN KUNINGAN



Disusun oleh :
Subagio,M.Pd.
Kepala SMPN 2 Cibeureum
Kab. Kuningan




DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN KUNINGAN
2010

LEMBAR PENGESAHAN
PENINGKATAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
DI SMPN 2 CIBEUREUM
KABUPATEN KUNINGAN



Penulis
SUBAGIO,M.Pd.
NIP 19650607 198903 1 008



Mengetahui/ Mengesahkan

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan


Drs. H. DADANG SUPARDAN,M.Si
Pembina Tk.I
NIP 19591218 198603 1 009
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT, akhirnya penulis dapat menyusun Best Pragtice judul Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan ini dengan lancar.
Penulisan best practice ini diajukan sebagai salah satu syarat dalam penilaian lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2010 dilingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan.
Dengan diselesaikannya best practice ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunanannya.
Penulis menyadari bahwa best practice ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan.
Akhir kata, penulis berharap best practice ini semoga bermanfaat bagi pembaca. Amin

Cibeureum, Desember 2010
Penulis,

Subagio,M.Pd
NIP 19650607 198903 1 008

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Profil singkat kepala sekolah (penulis)
Profil singkat sekolah

BAB I PENDAHULUAN………………………………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………. 8
BAB III KESIMPULAN DAN
REKOMENDASI OPERASIONAL…..………………….. 17


LAMPIRAN







Profil singkat kepala sekolah (penulis)
NAMA DAN BIODATA KEPALA SMP N 2 CIBEUREUM
a. Nama : Subagio,M.Pd.
b. Tempat dan Tanggal Lahir : Cirebon, 7 Juni 1965
c. Agama : Islam
d. Pangkat / Gol. / NIP : Pembina Tk. I/IVB/19650607 198903 1 008
e. Jabatan : Kepala Sekolah
f. Unit Kerja : SMPN 2 CIBEUREUM
g. Alamat Kantor : Jl. Raya Cibeureum No 02 Cibeureum E_mail smpnduacibeureum@rocketmail.com
i. Alamat Rumah :
j. Email / Hand Phone : subagio_2009@yahoo.co.id /

PENELITIAN :
1. Pengaruh Pendekatan Mengajar dengan Peta Konsep terhadap Hasil Belajar Matematika.
2. Pengajaran Matematika dengan Pendekatan Konstektual pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan.
3. Studi mengenai Sikap SMP Negeri 2 Cigugur terhadap Pembelajaran Berbasis Masalah, Pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII.
4. Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik di SMP N 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan.
KARYA TULIS :
1. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin.
2. Mengubah Sekolah Membangun Pendidikan.
3. Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah.
4. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 1 )
5. Implementasi Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran
6. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 2 )
7. Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Guru.
8. Peran Pemimpin Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.
9. Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa.
10. Lima Peran Kepala Sekolah di abad 21
PESERTA PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA
1. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika, tahun 1996, Kuningan.
2. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika, tahun 1996, Cirebon.
3. Peserta Seminar Prospek Pendidikan Di Era Otonomi Daerah, tahun 2001, Cirebon.
4. Peserta Seminar Pendidikan, tahun 2002
5. Peserta Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi sekolah tahun ,Kuningan.
6. Peserta Seminar Starategi Implementasi Kurikulum 2004 , tahun 2004.
7. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Psikologi Pendidikan , tahun 2006, Cirebon.
8. Peserta Seminar Nasional Reaksentuasi Kekuatan Diplomasi, tahun 2006, Kuningan.
9. Peserta Seminar Nasional Pengusulan KH. Hasan Maolani Sebagai Pahlawan Nasional, tahun 2007,Kuningan.
10. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi Dan Sertifikasi PTK, tahun 2007.
11. Peserta Seminar Nasional Strategi Penyusunan Portofolio Dalam rangka Pelaksanaan Sertifikasi Guru. Tahun 2007, Cirebon.
12. Peserta Seminar Nasional Peningkatan PTK Melalui Pemaham Standar Pengelolaan Pendidikan, Tahun 2007.
13. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pengembangan Bahan Ajar Dan Rancangan Penilaian Hasil Belajar, tahun 2007.
14. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Profesi Guru, tahun 2007.
15. Peserta Seminar Reposisi Guru Dalam Pembangunan Nasional, tahun 2007.
16. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Peningakatan Kualifikasi, Kualifikasi Dan Sertifikasi Pendidikan, tahun 2008.
17. Peserta Seminar Pendidikan Strategi Terpadu Dan Harmonisasi Anatar Sekolah Dan Orang Tua Untuk Keberhasilan UAN Bersama, tahun 2008, Kuningan.
18. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Potensi Diri Kiat Menjadi Pendidik Profesional, tahun 2008.
19. Peserta Seminar Strategi Menembus Profesionalisme Guru, tahun 2008.
20. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Menjawab Tantangan Global, tahun 2008.
21. Peserta Seminar Pendidikan Sehari Sosialisasi Pelayanan Prima Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Dalam rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Di Era Globalisasi, tahun 2008.
22. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Peluang Profesionalitas dan Kesejahteraan Guru, tahun 2009.
23. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Mengubah Paradigma Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dalam Upaya Mengimplementasikan 8 Standar Nasional pendidikan, tahun 2009.

24. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Optimalisasi Profesionalisme Guru melalui Pendekatan Organisasi dan Teknologi Informasi, tahun 2009.
25. Peserta Seminar of Teaching Cretivity in teacher Profesionalism, tahun 2010, Kuningan.
Profil singkat sekolah

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Cibeuruem
Alamat : Jalan / Desa : Raya Cibeureum – Cibingbin
Kecamatan / Kab. / Kota. : Kec.Cibeureum Kab. Kuningan
No. Telp / HP : -
1. Nama Yayasan ( bagi swasta ) : -
alamat Yayasan 7 No. Telp : -
2. NSS / NSM/NDS : 20.21.3015
3. Jenang Akreditasi : Negeri
4. Tahun didirikan : 1996
5. Tahun Beroprasi : 1997
6. Kepemilikan Tanah : Pemerintah
a. Status tanah : Akte-Jual Beli ( Hak Milik )
b. Luas tanah : 3650 m2
7. Status Bangunan milik : Pemerintah
8. Luas seluruh Bangunan : 1836 m2
9. No. Rekening Rutin Sekolah : ..........................Nama bank...............................Cabang .................
10. Data siswa dalam 2 ( dua ) tahun terakhir



Tahun 2008/ 2009 121 org 121 org 4 Rbl 132 org 3 Rbl 130 org 3 Rbl 383 org 10 Rbl
Tahun 2009/ 2010 168 org 168 org 4 Rbl 122 org 4 Rbl 124 org 4 Rbl 416 org 12 Rbl
Tahun 2010/ 2011 Org - org - Rbl - org - Rbl - org - Rbl - org - Rbl

11. a) Data Ruang Kelas
Jumlah ruang kelas asli (d) Jumlah ruang lain yangdigunakan untuk r. Kelas
(e) Jumlah ruang yang digunakan u R.. Kelas
(f) = (d+e)
Ukuran
7x9 m2
(a) Ukuran
>63 m2
(b) Ukuran
<63 m2
(c) Jumlah
(d)
=(a+c+d)
Ruang
Kelas 12 - - 12 ........ruang
Yaitu : .......... 12



b) Data Ruang Lain

Jenis Ruang Jumlah
(buah) Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah
(buah) Ukuran (m2)
1. Perpustakaan 1 9 x 9 4. Lab. Bahasa - - x -
2. Lab.IPA 1 9 x 9 5. Asrama Guru - - x -
3. Ketrampilan - - x - 6. Lab. Komputer - - x -

11. Data Tenaga Pendidik dan Tata UsahaGuru :

Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Keterangan
Guru Tetap (PNS) 19 Tata Usaha PNS 4
Guru CPNS - Tata Usaha CPNS 1
Guru GBS - Tata Usaha Kontrak -
Guru Kontrak - Tata Usaha Sukwan 2
Guru Honor 2 Penjaga Sukwan 2



Cibeureum, Desember 2010
Kepala Sekolah



SUBAGIO, M.Pd..
NIP. 19650607 198903 1 008


BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Sistem dan program pendidikan di seluruh tingkatan, secara umum sudah membutuhkan revolusi alias perlu diubah total. Di berbagai jenis dan jenjang pendidikan, kini sekolah cenderung tidak terarah karena kurikulum yang tidak serasi. Proses pembelajaran pun tidak kreatif dan tidak mendorong kreativitas anak didik. Di sisi lain, pengelolaan dalam materi pembelajaran kerap tumpang tindih sehingga mematikan prakarsa pelajar. Kemampuan guru-guru di bidang pedagogik, didaktik dan metodik juga sangat kurang, sehingga acapkali guru sama sekali tidak mempedulikan pengembangan kepribadian dan watak anak didiknya.
Ada tiga persepsi yang kurang benar tentang pendidikan. Pertama, pendidikan hanya terjadi di sekolah. Kedua, tugas sekolah ialah mengajarkan pengetahuan. Ketiga, sekolah harus membuat siswa menjadi “manusia siap pakai”.Akibat negatif dari kesalahan pertama, pengetahuan tentang pendidikan keluarga tidak berkembang. Sistem pendidikan nonformal tidak berkembang dan kemampuan bangsa untuk belajar dari situasi pendidikan nonformal menjadi rendah. Sedangkan dampak kesalahan kedua, kemampuan siswa yang rendah untuk mempergunakan pengetahuan sebagai alat berpikir dan alat untuk memahami serta memecahkan masalah. Kepekaan siswa terhadap nilai-nilai terhadap norma juga sangat rendah, baik norma estetis maupun norma synnoetis (norma kehidupan sosial), atau pun norma etis. Kesalahan ketiga berakibat lulusan sekolah tidak cukup menguasai konsep-konsep dasar. Mereka terpaku kepada keterampilan yang bersifat terapan. Selain itu, tenaga kerja menjadi kurang retrainable. Persepsi yang sebaiknya, adalah bahwa pendidikan terjadi sebelum anak masuk sekolah dan sesudah anak tamat sekolah. Sekolah hanya suatu mata rantai dari suatu kegiatan nyata pendidikan yang luas, dinamis dan saling bersambungan. Tugas sekolah ialah mempersiapkan anak untuk mengarungi kehidupan, bukan hanya membuat siswa menjadi siap pakai. Untuk itu, tugas pokok sekolah bukan sekadar mengajarkan pengetahuan, melainkan memupuk kepekaan terhadap nilai-nilai.
Konsekuensinya, sekolah harus tahu jenis pendidikan yang telah dilalui anak di keluarga dan menilainya sejauh mana pendidikan keluarga itu dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menyusun program pendidikan sekolah. Sekolah juga harus membimbing anak untuk menguasai kemampuan belajar, baik untuk situasi pendidikan formal, maupun situasi pendidikan nonformal dan informal. Tugas sekolah adalah melahirkan generasi yang menjadi bagian dari bangsa yang pandaibelajar.
2. Permasalahan
Para guru sebenarnya menyadari bahwa pelajaran yang memberi kesempatan mengembangkan kreativitas, sangat dibutuhkan anak. Akan tetapi mereka umumnya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana mengatasi keadaan itu. Kesulitan mereka terutama karena padatnya kurikulum pendidikan sehingga kreativitas anak terabaikan. Fakta menunjukkan minimnya waktu dan pelajaran yang bersifat untuk mengembangkan kreativitas pada sekolah formal, padahal di sisi lain menurut upaya memunculkan pribadi kreatif sangat dibutuhkan bagi anak dalam kehidupannya. Dengan demikian, para guru memiliki kesulitan bagaimana menanamkan dan menumbuhkan jiwa kreativitas kepada anak.
Untuk bisa menanamkan kreativitas pada siswa, mestinya kurikulum memfokuskan pada hal dasar dan esensial, sehingga cukup waktu untuk mengasah kreativitas. Di luar itu harus pula diperhatikan, harus ada kurikulum yang berbeda karena anak memiliki perbedaan bakat dan minat.
Sekolah yang berdiri tahun 1997 ini pernah hasil pelulusan siswa kelas 9 hanya mencapai 47,01 persen dari jumlah peserta UN 135 siswa yang lulus hanya 63 siswa orang dan yang tidak lulus 72 siswa yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008. .
Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan April 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pengembangan selanjutnya supaya bias mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan.
3. Strategi Pemecahan Masalah
Setiap pengembangan kurikulum, selain harus berpijak pada sejumlah landasan, juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Dengan adanya prinsip tersebut, setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati.
Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, serta efisiensi dan efektivitas.
Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan, isi, strategi, dan evaluasi. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Prinsip efisiensi dan efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal.
Sementara itu, prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, antara lain: prinsip keimanan, nilai dan budi pekerti luhur, penguasaan integrasi nasional, keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinetika, kesamaan memperoleh kesempatan, abad pengetahuan dan teknologi informasi, pengembangan keterampilan hidup, berpusat pada anak, serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan.
Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pada dasarnya merupakan penjabaran dari empat prinsip umum pengembangan kurikulum.
Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum, yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalam pengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para pejabat atau pengembang kebijakan seperti Menteri Pendidikan, Kepala Dinas dan lain-lain. Sedangkan pendekatan akar rumput, ide pengembangan muncul dari keresahan para guru-guru yang mengimplementasikan kurikulum di
sekolah di mana mereka menginginkan perubahan atau penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan di sekolah.
Ada beberapa langkah dalam pengembangan kurikulum, yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, dan pengembangan alat evaluasi.
Analisis dan diagnosis kebutuhan dilakukan dengan mempelajari tiga hal, yaitu: kebutuhan siswa, tuntutan masyarakat, dan harapan-harapan dari pemerintah. Adapun caranya dapat dilakukan melalui survei kebutuhan, studi kompetensi, dan analisis tugas.
Langkah pengembangan kurikulum selanjutnya setelah seperangkat kebutuhan tersusun adalah perumusan tujuan, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, serta pengembangan alat evaluasi.
Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Di SMPN 2 Cibeureum langkah pertama yang ditempuh yakni melakukan dialog persuasif dengan para siswa. Munculah pemikiran untuk mengoptimalkan kegiatan pengembangan diri dan dilaksanakan hampir setiap hari, dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian dengan jadwal ekskul mulai Senin dan Rabu kegiatan Basket Ball, Selasa Paskibra, Kamis Futsal, Jum’at Pramuka dan Sabtu Marching Band. Yang cukup membanggakan ternyata siswa sangat respon dengan Marching Band. Terbukti dalam waktu tiga bulan, April-Juni 2009, mereka sudah bisa membawakan musik dan lagu. Mereka mampu mempersiapkan diri untuk tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus lalu. Pada awalnya Marching Band ini mendapat reaksi negative dari rekan-rekan guru, karena peminatnya kebanyakan anak-anak yang dianggap bermasalah di kelasnya. Namun mereka yang semula dinilai kurang, mengalami perubahan karena mereka diakui dan mampu menunjukkan kemampuannya. Ternyata bila diberikan kesempatan mereka pun mampu. Bukankah pendidikan itu salah satunya untuk merubah sikap siswa dari kurang baik menjadi lebih baik, dan dari kurang cerdas mernjadi cerdas.
Pelaksanaan kegiatan dalam program ini dibagi dalam beberapa bulan pelaksanaan, dimana tiap bulan dibagi dalam beberapa minggu dan di setiap minggu ada beberapa kali pelaksanaan sesuai dengan jadwal. Namun, pelaksanaan ini disesuaikan dengan situasi atau kondisi yang ada di lapangan. Secara umum pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi: Pendekatan personal, Identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi pelaksanaan program.(a). Pendekatan Personal dilakukan dengan melakukan serangkai pertemuan, diskusi, dan pertukaran informasi dengan pihak anak jalanan agar menciptakan hubungan yang nyaman.
(b). Identifikasi Masalah dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi yang akurat mengenai kecerdasan emosi pada anak jalanan. dilakukan melalui assessment terhadap siswa dengan memberi test minat dan bakat. (c). Perencanaan Program dimulai dari kegiatan analisis tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk peningkatan keerdasan emosi pada siswa. adapun tahapannya meliputi : - perumusan kegiatan yang akan dilakukan - menyusun time-schedule pelaksanaan program - menetapkan tenaga-tenaga yang akan menangani pelaksanaan program(d). Pelaksanaan Program Dan Evaluasi Program, setiap pelaksanaan program dilakukan monitoring untuk mengoreksi dan membenahi serta menindak lanjuti program yang dilaksanakan.(e) TujuanProgram - Jangka Pendek : untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian. - Jangka panjang : meningkatkan kecerdasan emosional, sehingga anak dapat memecahkan masalah secara mandiri, dan secara lebih baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar